PPID Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Papua Barat

Kementerian Pertanian Republik Indonesia

PPID Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Papua Barat

Penyuluh Pertanian Sebagai Tombak Diseminasi




Sebagai salah satu rencana kerja BPTP di tahun 2019, tujuan utama dari program ini adalah untuk menjaring kebutuhan penyuluh-penyuluh di daerah baik yang terkait informasi inovasi pertanian maupun yang terkait dengan bidang tugas kepenyuluhannya. Untuk kali kesekian, BPTP Papua Barat kembali menggelar temu teknis. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Masni, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari pada hari Selasa 13 Agustus 2019 lalu. Kegiatan serupa sebelumnya pernah digelar di BPP Distrik Manokwari Barat Kabupaten Manokwari pada 11/07/2019 lalu.

Sebagai peserta dalam kegiatan tersebut adalah penyuluh-penyuluh daerah (PNS, THL, swadaya) berasal dari 4 (empat) BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) sebanyak 17 orang, dengan rincian sebagai berikut: 2 penyuluh dari BPP Warmare, 3 penyuluh dari BPP Prafi, 11 penyuluh dari BPP Masni dan 5 penyuluh dari BPP Sidey. Sedangkan peserta dari mahasiswa POLBANGTAN Manokwari sebanyak 9 orang. Hadir pula pada kegiatan ini Kepala BPTP Papua Barat (Ir. Demas Wamaer, MP) untuk memberikan pengantar/arahan kepada peserta temu teknis. Di sela-sela kegiatan tersebut, ada penyerahan bantuan benih padi amfibi, penyerahan media cetak penyuluhan hasil litkaji oleh Ka BPTP kepada Ka BPP Masni (Benyamin Boseren, SST).

Kegiatan temu teknis ini laksanakan dengan tujuan antara lain: 1) meningkatkan program/ kegiatan litkaji dan diseminasi dengan penyuluh pertanian daerah, 2) mempercepat arus informasi dan hilirisasi inovasi pertanian hasil litkaji, 3) meningkatkan kapasitas dan kapabilitas penyuluh pertanian daerah, dan 4) mendapatkan umpan balik dalam penyempurnaan inovasi dan diseminasi inovasi. 

Setelah diadakan analisis kebutuhan inovasi teknologi sebelumnya, maka pada temu teknis kali ini disampaikan materi-materi sebagai berikut: 1) Strategi Pemanfaatan Lahan Keracunan Besi (Surianto Sipi, SP); 2) Pengendalian OPT pada Tanaman Bawang Merah (Dr. Ir. Amisnaipa, MSi.); 3) Inovasi Teknologi PTT Padi Amfibi (Sostenes Konyep, SP); 4) Meningkatkan Produksi Jeruk dengan Teknologi Sitara Bujangseta; dan 5) Pemanfaatan Sosial Media untuk Penyuluhan (Galih Wahyu Hidayat, SP).